Sama sekali berkebalikan dengan jati diri orang-orang Barat yang
menjadikan akal dan hawa nafsu manusia sebagai standar untuk menentukan
bagaimana manusia menjalani kehidupan, jati diri Islam berlandaskan pada
keyakinan bahwa Sang Pencipta manusia dan alam semesta adalah
satu-satunya Zat yang mempunyai kedaulatan dan otoritas untuk menentukan
bagaimana umat manusia menjalani kehidupannya. Lebih dari itu, Dia-lah
satu-satunya Zat yang menciptakan manusia, berikut naluri dan kebutuhan
fisik yang dimilikinya, dan bahwa Dia-lah yang paling tahu bagaimana
cara terbaik untuk mengatur mer eka.